Dalil adanya kemungkinan-kemungkinan lain yang ada pada alam semesta atau dalam material

Syaikh Abu Bakar Muhammad Zakaria

Melalui proses pengamatan kita yang ada di jagad raya ini, baik yang berasal dari unsur partikel yang mungkin dapat kita tangkap dengan daya panca indera kita, semisal bumi, planet, atau bintang. Atau yang bisa kita rasakan sifatnya dari sifat-sifat yang ada pada benda yang kita jadikan sebagai bukti keberadaannya melalui rasio kita, semisal sifat memikat secara khusus yang ada pada batu permata. Atau benda-benda khusus yang tersusun dari partikel-partikel kecil yang tidak bisa dibatasi jumlahnya di alam semesta, baik yang nampak, semisal zat kimia atau fisika.

Dari pengamatan kita bagi benda-benda di jagad raya ini, kita dapati adanya permulaan pada setiap bendanya yang memungkinkan secara logika untuk membentuk dan memposisikan diri sebagai benda tidak seperti sekarang ini. Bukankah sangat rasionalis, tidak yang menghalangi kalau seandainya akal diletakkan pada binatang ternak, dan lisan pada

buah-buahan? Tidak pula ada yang menghalangi kalau sekiranya jarak bumi lebih dekat lagi dengan matahari dan bulan dari posisinya seperti sekarang? Atau perkara-perkara lain yang sangat banyak sekali contohnya[1].

Kalau ada yang menyanggah, sesungguhnya hikmah lah yang mengharuskan benda-benda tersebut berada pada posisinya seperti sekarang ini. Karena jika tidak, niscaya ekosistem dan peraturan hidup yang ada di alam semesta akan hancur.Kami jawab, sesungguhnya hikmah termasuk di antara sifat dari sifat-sifat Allah yaitu al-Hakim. Selagi segala sesuatu yang ada di alam semesta memiliki kemungkinan menjadi bentuk yang berbeda-beda, bukan seperi posisinya semula.

Maka sangat logis untuk menghukumi permulaan, yaitu sesuatu yang posisinya seperti itu mengharuskan ada yang menentukan dan itu telah ditentukan dengan adanya kemungkinan sesuai dengan hikmah, penciptaan, dan berkesesuaian dengan kemungkinan-kemungkinan yang sangat banyak, jika seandainya tidak ada perkara yang menentukan niscaya melazimkan untuk menguatkan salah satu dari dua perkara yang mempunyai kesamaan. Atau ucapan sebagian orang yang mengatakan, bahwa perkara yang sesuai dengan hikmah -yang tidak terhitung jumlahnya- hanyalah kebetulan semata [2]Dan kedua alasan tersebut tidak bisa diterima oleh rasio.

Bukti yang menunjukan betapa perfeknya alam semesta ini.

Diantara perkara terbesar yang membuat kita takjub terhadap benda-benda yang ada di alam semesta, yang ada di sekeliling kita ialah begitu sempurnanya susunan dan pengerjaannya. Tidak adanya sesuatupun yang ada dibumi maupun dilangit yang datang secara kebetulan melainkan semuanya menunjukan begitu professional dan perfeknya dalam proses pembuatan dan pengerjaannya.

Bukankah ini merupakan bentuk perfektivitas dalam penciptaan alam semesta yang menakjubkan ini, yang terkandung dalam diagram alur planet dan bintang-bintang, yang mana kalau seandainya ada sedikit perubahan saja niscaya akan mengantarkan pada kekacauan, ketidakteraturan, kehancuran hingga kemusnahan.

Begitu pula, bukankan termasuk bentuk perfektivitas yang sangat menakjubkan dalam penciptaan manusia dengan susunan anggota tubuhnya, demikian pula dalam penciptaan hewan dengan aneka ragamnya. Jawaban itu semua benar, bahwa dalam segala benda, kita mampu menangkap betapa sempurnanya penciptaan setiap makhluk tersebut yang tentunya hal tersebut tidak mungkin datang melainkan dari dzat yang maha sempurna yang tersemat pada dirinya dan sempurna didalam penciptaanya[3].

Dalil ilmiah yang selaras dengan rasio ini, semuanya menunjukkan bahwa alam semesta dengan segala isian partikelnya adalah sesuatu yang baru ada bentuknya setelah sebelumnya semua benda tersebut belum ada wujudnya. Dan sesuatu yang baru tentunya melazimkan adanya yang membuat menjadi ada. Dengan ini maka runtuhlah argumen ahli materialisme yang mengatakan azaliyahnya material sebuah benda, sebagaimana nampak bahwa sebuah materi pada awal mulanya adalah sesuatu yang baru lalu berubah yang mana itu menjadi suatu kelazimannya. Dan permulaan serta perubahan materi tersebut sebagai bukti akurat bahwa materi memiliki waktu permulaan.

Dan secara langsung bukti ini membawa kita pada kesimpulan yang pasti bahwa material juga mempunyai waktu berakhir yang pasti akan dilaluinya. Sebab hukum alam menjelaskan, segala sesuatu yang mempunyai waktu permulaan pasti pada akhirnya menemui waktu berakhirnya[4].

Jika argumen yang mereka kemukaan tidak bisa diterima secara akal maupun logika, justru dalil-dalil ilmiah menunjukan bahwa dunia material adalah sesuatu yang baru, yang mempunyai waktu permulaan dan akan menemui waktu berakhir, maka kita sodorkan pada mereka dalil-dalil yang diperoleh dari ilmu pengetahuan dan hukum asalnya yang telah menetapkan bahwa alam semesta adalah sesuatu yang baru, maka tentunya itu semua mengharuskan adanya Tuhan yang menjadikannya ada, dari yang sebelumnya tida ada sama sekali. Begitu pula, bahwa alam semesta mempunyai waktu berakhir yang pasti akan dilaluinya.

 Dalil-dalil ilmiah menunjukan akan ketidak langgengannya unsur benda serta tidak melalui proses azaliyah.

Berkaitan dengan dalil-dalil ini maka bisa kita klasifikasikan menjadi dua:

Pertama

Dalil-dalil ilmu pengetahuan modern, dewasa ini menunjukan secara klinis bahwa material benda tidak mempunyai sifat azaliyah. Hal itu dengan dua alasan sebagai berikut:

Alasan pertama: Riset ilmiah dewasa ini telah membuktikan bahwa material mempunyai waktu permulaan. Dimana para ilmuwan yang bergerak pada bidang ini mengamati bahwa pergerakan semua partikel dijagad raya ini berbentuk perputaran atom yang tersusun dari partikel kecil berbentuk elektrik yang dinamakan dengan proton, sisi negatifnya dinamakan dengan elektron, dan sebagian atom ada yang mengandung unsur ketiga yang tenang dinamakan  dengan nitron. Ini semua, menggambarkan antara proton dan nitron keberadaannya membentuk satuan masa atom atau inti atom, adapun elektron maka perputarannya begitu cepat sekali. Yang kalau sekiranya bukan karena pergerakan yang cepat ini antara satuan masa atom dengan satuan masa electron niscaya tidak akan ada perputaran partikel dijagad raya ini, bahkan, kalau bukan karena perputaran ini niscaya bumi ini –sebagaimana dikatakan- bentuknya hanya seukuran telor[5].

Perputaran ini termasuk dari hukum alam yang Allah Shubhanahubwa ta’alla berikan, bulan berputar mengelilingi bumi, dan bumi berputar mengelilingi matahari, demikian pula satuan masa atom tersebut berputar dialam ini. Adapun yang kita ingin tekankan disini ialah bahwa sesuatu yang berputar pasti harus ada titik permulaan waktu maupun tempat sebagai awal mulanya.

Alasan Kedua: Berkata ilmuwan mereka, Edward Laterkaissel tatkala membantah teori azaliyahnya jagad raya, dirinya mengatakan, "Akan tetapi hukum kedua dari hukum dinamika panas menetapkan salahnya teori yang terakhir ini, sebab ilmu pengetahuan menetapkan secara jelas bahwa alam semesta ini tidak mungkin azali, karena disana dijumpainya adanya perpindahan unsur panas yang terus menerus dari benda-benda dingin menjadi benda-benda panas. Artinya, bahwa alam semesta mengarah pada tingkatan yang searah pada seluruh benda yang meresap menjadi satu kekuatan tertentu, dan ketika itu tidak ada lagi disana proses kimia atau natural, begitu pula tidak ada lagi disana bekas kehidupan di alam semesta ini.

Dan tatkala kehidupan masih ada, maka proses kimiawi dan naturalisasi masih terus berjalan direlnya, sehingga kita bisa menyimpulkan bahwa alam semesta ini tidak mungkin azali, jika tidak tentu kekuatannya akan hancur semenjak dulu, dan akan menghentikan setiap perkembangan setiap benda yang ada".

Demikianlah ilmu pengetahuan mencapai pada kemajuan semacam ini yang menyimpulkan bahwa alam semesta ini ada permulaan penciptaan, yang secara tidak langsung berarti menetapkan keberadaan AllahShubhanahubwa ta’alla, sebab sesuatu yang ada permulaannya maka tidak mungkin bisa menciptakan dirinya sendiri, tentunya harus ada yang menciptakannya, atau ada yang menggerakan untuk pertama kalinya, atau ada yang menciptakan yaitu tuhan[6].Inilah dalil-dalil ilmiah yang secara tegas menetapkan bahwa unsur materi tidak azaliyah, berikut ini akan saya sampaikan dalil-dalil ilmiah yang membuktikan bahwa unsur materi tidak abadi.

 Bukti ilmiah yang menetapkan bahwa material tidak abadi.

Diantara bukti-bukti tersebut yang paling rasionalis ialah:

Pertama

Sebagaimana tadi telah kita jelaskan tentang aturan dinamika panas, maka disebutkan didalamnya, "Bahwa susunan alam semesta ini akan kehilangan atsmosfernya sedikit demi sedikit, dengan demikian, secara pasti suatu ketika panas tersebut akan membentuk sebuah benda dibawah tingkatan panas yang luar biasa hingga sampai pada puncaknya, lalu pada akhirnya menurun hingga sampai pada nol derajat, pada saat itulah tidak ada lagi di jagad raya ini kekuatan, dan mustahil adanya kehidupan disana. Dan kejadian ini tak mungkin bisa terelakkan lagi, kondisi dimana tidak ada lagi kekuatan, yaitu tatkala derajat panas suatu benda telah sampai pada nol derajat, dengan perjalanan waktu yang cukup panjang. Maka tidak diragukan lagi, bahwa fenomena alam ini membuktikan jika unsur material suatu saat pasti akan sampai pada kebinasaan"[7].

Kedua

 Teori bola matahari yang meluap-luap. Dijelaskan dalam teori tersebut, "Bahwa partikel-partikel yang ada dalam bola matahari menghasilkan luapan dan lidah api dari dalam yang bisa menghasilkan panas yang luar biasa. Yang di hasilkan dari hasil ledakan-ledakan partikel, yang terjadi secara terus menerus yang pada akhirnya melahirkan kekuatan panas yang tidak ada yang sanggup menyamainya.

Sebagaimana diketahui bersama, bahwa material yang semasa dengan atom tersebut, bila selalu berbenturan maka akan menghilangkan sebagian intinya, dimana bagian yang hilang ini akan merubah menjadi sebuah kekuatan. Dan ketika hal itu terjadi setiap hari, bahkan setiap detik yang di alami oleh bola matahari maka hal tersebut sejatinya menandakan adanya bagian yang hilang darinya walaupun hanya satuan dari masa atom. Artinya, secara absolute bahwa suatu saat nanti akan datang waktu dimana matahari akan kehilangan satuan masa atomnya secara sempurna, artinya, bola matahari yang menghasilkan energi panas luar biasa tersebut suatu saat nanti akan padam"[8].

Ketiga:Seorang ahli fisika dan matematika, yang bernama John Clavind Catren menyatakan, "Ilmu kimia memberi sumbangan pada kita bahwa sebagian partikel akan mengalami masa kemusnahan dan kehilangan unsur materinya. Bahkan, ada sebagian diantaranya yang mengalami masa kepunahan secara cepat sekali, dan ada pula yang secara berlahan. Sehingga dengan hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa partikel benda tidak mungkin abadi"


[9]Inilah bukti-bukti autentik dari para pakar, yang semuanya menunjukan bahwa material benda bukan azaliyah dan tidak mengalami keabadian. Tapi, material tersebut tidak lain hanyalah sebuah makhluk yang suatu saat nanti akan mengalami kemusnahan

Dengan demikian, maka gugurlah klaim yang didengungkan oleh orang-orang Komunis bahwa material benda sebagai sumber segalanya dan mengklaim bahwa kehidupan ini adalah hasil dari evolusi material tersebut. Dan berikut ini kita sebutkan kerancuan selanjutnya yang mereka usung, dibarengi dengan bantahan terhadap pemikiran tersebut. 

 Teori evolusi dzati atau teori kejadian dzat bagi materi dan kehidupan.

Teori ini bermula, dalam stagmen yang mereka katakana, bahwa kehidupan ini tidak lain adalah hasil dari evolusi material tanpa ada campur tangan makhluk apapun dibelakangnya. Menurut mereka kehidupan tidak lain adalah hasil dari proses evolusi dzat yang berkembang begitu saja selaras dengan hukum-hukum perkembangan material alam. Teori ini juga sering di istilahkan dengan hukum alam. Kalau kita perhatikan maka bisa kita simpulkan, bahwa syubhat ini dibangun diatas tiga pilar:

Pilar pertama: Pendapat yang mengatakan adanya evolusi dzat. Inilah pendapat yang dianut oleh orang komunis pada awal mulanya[10].

Pilar kedua: Pendapat yang mengatakan adaya teori evolusi. Pendapat ini lebih condong dianut oleh mereka tatkala mereka mendengar ada seorang ilmuwan yang bernama Darwin telah mengumumkan hasil risetnya ke dunia luas gagasannya sebagai sebuah teori, maka segera orang komunis mendukungnya karena selaras dengan pemikiran mereka[11].

Pilar ketiga: Pendapat yang menyandarkan penciptaan dan kehidupan kepada alam semata. Inipun, walaupun mereka padahakekatnya tidak terlalu peduli mencari siapa yang menciptakan atau yang menjadikan ada, tapi mereka berpendapat semacam ini walaupun mereka sendiri mengingkari hal tersebut didalam buku-buku literatur mereka dalam rangka melarikan diri dari gereja dan tuhan yang disembah oleh di gereja[12]

 Pendapat yang mengatakan adanya evolusi dzat.

Adapun jawaban atas syubhat ini maka sebagai berikut:

Sesungguhnya statmen ini tidak lain hanyalah sebuah usaha penafsiran yang mereka lakukan tatkala menangkap benda-benda abstrak dalam kehidupan ini yang ada dalam unsur material. Manakala mereka mengingkari adanya pencipta, menuntut untuk mengatakan, bahwa materi adalah benda pertama yang ada dijagad raya, yang sebelumnya tidak ada kehidupan sama sekali, tidak mempunyai rasa, akal dan pikiran. Lalu terus berkembang menjadi sebuah dzat hingga tumbuh menjadi embrio kehidupan, sebagai tahapan yang lebih sempurna dan modern dari materi benda yang ada pada pertama kalinya. Selanjutnya terus berkembang dalam kehidupan, rasa-rasa yang tinggi hingga sampai pada tingkat pemikiran, yang mampu memahami apa saja yang ada di alam semesta bersamaan dengan prosesnya. Dengan sebab itulah unsur materi mampu menyadari dzatnya, yang barangkali bisa di ilustrasikan pada alat canggih yang baru pertama kali ditemukan dengan perkembangannya yang terus meningkat, yaitu otak.

Sebelum memberi sanggahan pada masalah ini.Ada pertanyaan yang harus di jawab, yaitu apakah ada dalil ilmiah yang menjelaskan bahwa ruh, pikiran dan rasa adalah bagian dari unsur materi? Sesungguhnya penjelasan yang paling luas tentang masalah ini yang dimiliki oleh orang Komunis sampai saat ini ialah bahwa kehidupan berkembang dari sebuah energi dan pergerakannya yang akhirnya menghasilkan pertumbuhan, dalam kata lain gerak ditambah energi maka hasilnya adalah kehidupan.

Kita gunakan metode yang sama seperti yang digunakan oleh Marxisme untuk menjelaskan kebenaran pemahaman kita yaitu mari buktikan secara ilmiah apakah benar bahwa gerak bila ditambah dengan energi akan menghasilkan kehidupan ataukah tidak? Kita bertanya-tanya siapa yang menggabungkan dua hal yang kontradiktif ini masuk pada salah satu bagiannya –walaupun dengan usaha keras untuk menerapkan teori ini secara khusus- dengan pertanyaan sederhana ini.Atau bila perlu dari hukum kimia untuk dapat mengeluarkan teori diatas untuk menjelaskan hakekat kehidupan.

Maka disini, kita akan mencoba mengembalikan terlebih dahulu kepada hasil kongres yang di ikuti oleh enam ilmuwan biologi dari seluruh dunia yang diadakan di New York pada tahun 1959. Dan diantara ke enam ilmuwan tersebut ada salah seorang ilmuwan yang bernama Auprin yang berasal dari Rusia, seorang dosen ilmu biologi di Akademi Ilmu Biologi Uni Soviet.Mereka berkumpul dalam rangka ingin menyibak misteri asal mula kehidupan serta perkembangannya di muka bumi ini, dan untuk mengungkap seberapa besar kemungkinan adanya kehidupan ini melalui proses kimia.

Diakhir kongres tersebut, setelah melakukan riset secara mendalam, semua sepakat untuk memutuskan, bahwa kehidupan ini perkaranya masih misteri, sesuatu yang memacu untuk terus diteliti hingga memungkinkan pada suatu ketika dapat diketahui oleh ilmu pengetahuan, dan misteri ini sangat jauh sekali kalau hanya sekedar rangkaian dari beberapa organ tertentu dan naturalisasi yang nampak secara khusus.

Kemudian, bila diperhatikan bahwa hakekat yang telah disepakati oleh para ilmuwan hingga hari ini –baik kafir maupun muslim- bahwa ilmu pengetahuan hingga detik ini, belum bisa mengungkapkan secara pasti, tentang hidup dan roh, apakah kolaborasi antara energi dan gerak inilah yang menghasilkan kehidupan, dengan teori yang sangat sederhana ini? Dan diantara perkara yang tidak perlu diragukan, bahwa setiap gerak dan energi merupakan tanda yang paling jelas dari inti kehidupan, akan tetapi, dalam kaidah filsafat yang ada, mengharuskan bahwa inti sesuatu bukan lah bagian dari elemen yang menjadi sumbernya. Kita ambil contoh, air misalnya, dalam kondisi mendidih dirinya tersifati dengan gerak dan panas (energi), akan tetapi, secara jelas bahwa anasir air adalah sesuatu lain yang keluar dari gerak dan energi.

Demikian pula, yang kita ketahui bahwa gerak dan energi adalah dua hal diantara bagian inti dari inti kehidupan yang ada, sama semisal Hidrogen, Karbon, Ozon, dan Oksigen serta lainnya dari inti sari kehidupan yang paling mendasar. Adapun bentuk anasir kehidupan maka ini adalah sesuatu lain yang tidak bisa ditangkap oleh manusia. Oleh sebab ini, seorang ilmuwan bernama Angel menegaskan, "Tidak mungkin ilmu alam hingga waktu yang akan datang untuk mengungkap inti dari inti-inti dasar kehidupan".

Pengakuan mereka yang jujur ini,  mengatakan, bahwa mereka tidak mungkin bisa sampai pada hasil untuk mengungkap inti dari kehidupan secara ilmiah. Sehingga secara klinis membuktikan bahwa pernyataan orang atheis hanya sekedar klaim dusta tanpa ada bukti, omong kosong yang bertentangan dengan prinsip dasar akal pikiran seorang manusia.

Maka kesimpulannya, manusia bukan hasil dari ciptaan material, karena sesuatu yang diciptakan tidak mungkin bisa menguasai yang menciptakan.Karena manusia terkadang meliputi material dan mengeluarkannya dalam bentuk lingkaran ether, bahkan, lebih jauh lagi dalam riset-riset ilmu pengetahuan mengacu pada kemampuan manusia untuk mengungkapnya.Dan ini tidak mungkin terjadi, melainkan jika terdapat didalam tabiat manusia sesuatu yang lebih tinggi dari unsur yang ada dalam material.Ini adalah sesuatu yang sangat bertentangan dengan setiap inti sari dari ilmu pengetahuan yang ada.

Unsur material pertama yang ada di dalam alam semesta ini, Yang tidak mengandung didalamnya susunan yang meyakinkan, tidak pula mengandung didalamnya kehidupan, perasaan dan pemahaman, tentunya hal ini menjadikan tidak mungkin untuk berevolusi menjadi lebih sempurna dalam bentuknya, begitu juga tidak mungkin sanggup untuk menciptakan partikel-partikel lain yang lebih sempurna dan lebih maju dari diri sendiri. Hal tersebut, dikarenakan sesuatu yang tidak memiliki tidak bisa memberi.

Adanya karya cipta yang lebih baik dan sempurna dari pencipta yang serba kurang, maka ini setara dengan perubahan dari sesuatu yang sebelumnya tidak ada menjadi ada, dalam perubahan bentuk.Sebab, nilai tambah terkadang murni tidak ada, dan sesuatu yang murni tidak ada tidak mungkin mendorong untuk menjadikannya ada kecuali adanya kekuatan besar yang mendorongnya menjadi ada, atau sesuatu yang lebih kuat darinya.

Sedangkan dalam unsur material yang buta lagi tidak tahu apa-apa ini tentunya tidak mungkin lebih kuat tidak pula mampu mendorong materi kehidupan yang punya keinginan, perasaan dan akal pikiran, bahkan sebaliknya, justru realitanya membuktikan bahwa material nilainya lebih rendah dari kehidupan.Jika demikian, maka membuktikan kalau material ini sangat lemah untuk bisa mencipta sesuatu yang lebih baik dari dirinya.

Klaim ini –yaitu mengklaim bahwa keberadaan hidup ini adalah hasil proses pembentukan dari material-material kecil- adalah pendapat yang di pegang oleh orang Komunis di awal perkaranya, dimana mereka mengatakan, "Sesungguhnya unsur material berkembang secara berlahan membentuk bilangan sehingga menyusun menjadi sebuah benda, sehingga secara kebetulan membentuk material lain. Dan kehidupan tidaklah ada melainkan dari hasil proses pembentukan yang serba kebetulan dari partikel-partikel ini melalui beberapa tahapan yang dikenal dengan evolusi".

Lalu orang komunis mengilustrasikan dengan air, sesunguhnya air apabila bertambah mendidih akan bertambah panas, akan tetapi, tatkala air tersebut sampai pada puncak panasnya, yaitu di titik 100%  derajat celcius maka air tersebut berubah menjadi uap. Air tersebut berubah menjadi benda lain dalam beberapa proses.

Sanggahan: Sesungguhnya evolusi pada beberapa kasus semacam ini adalah pembentukan menjadi unsur partikel lain, akan tetapi, hakekat nama bendanya tidak berubah wujud, tapi terjadi dikarenakan adanya orang yang melakukannya.

kemudian perubahan uap dari dalam air adalah sesuatu yang mungkin sekali dibuktikan dengan penelitian. Terus, logikanya apakah hidup bisa dimisalkan dengan ini? Apakah mungkin membuktikan kehidupan dari dalam unsur material sebagai benda mati melalui sebuah riset atau penelitian?Selanjutnya, pilar ini sebagai salah satu pilar pemikiran Marxis, tidak mungkin bisa dijadikan sebagai patokan hukum secara umum yang dapat diaplikasikan pada setiap benda yang bergerak yang mengalami proses pertumbuhan secara natural. Justru, ilmu sains yang dimiliki manusia tidak mengakuinya, walaupun pada beberapa kasus bisa diterapkan, tapi, tetap berseberangan dengan kasus-kasus lain yang sangat banyak sekali.

Sesungguhnya akumulasi data dalam kwatintas tidak serta merta selalu bisa dijadikan sebagai patokan dalam proses evolusi pada semua kasus. Selagi hukum alam tersebut tidak mengharuskan kejadiannya seperti itu. Karena, pengamatan yang mendalam membuktikan bahwa setiap proses kondisi yang ada dijagad raya mempunyai ketentuan tertentu yang berlaku, didalam keserasian dan hukum alamnya. Sehingga, setiap kali ketentuan tersebut berjalan maka proses alami tersebut akan terbentuk. Kita ambil contoh analoginya:

Contoh Pertama: Telor ayam yang telah dibuahi oleh pejantan.

Apabila terkandung suhu panas dengan derajat tertentu, dan kelembaban dengan suhu tertentu, maka mulailah didalam telor tersebut membentuk itik secara berkala dan bertahap hingga akhirnya terbentuk secara sempurna didalam kulit telor, lalu pada akhirnya, setelah mengalami proses kurang lebih selama tiga minggu itik tersebut terbentuk secara sempurna. Lalu mulailah kulit telor tersebut retak dari dalam hingga akhirnya pecah, pada saat itulah anak ayam tersebut keluar menuju alam dunia, babak baru kehidupannya di muka bumi ini mulai berjalan.

Disini kita bisa melihat sebuah proses evolusi telah terjadi. Akan tetapi, menyelisihi semua yang diklaim oleh pilar pemikiran yang dianut oleh Marxisme. Bukan akumulasi data suhu panas, yang menjadikan secara abstrak proses perubahan, tidak pula akumulasi data kelembabannya, akan tetapi, justru kontinyunitas suhu panas, dan juga suhu kelembaban, yang membantu untuk membentuk janin telor secara berkala, selaras dengan proses waktu yang telah ditentukan oleh hukum alam hingga akhirnya terbentuk secara sempurna. Yang kalau seandainya suhu panas ditambah presentasenya dari ukuran yang ditentukan oleh hukum pembuahan tersebut, niscaya akan mengupas telor tersebut, dan tentunya bila ditambah lagi suhu panasnya maka akan membunuh janin telor tadi sehingga telornya akan terpanggang menjadi gosong.

Maka bisa disimpulkan, bahwa hukum alam adalah hukum yang telah ditentukan ukurannya bagi masing-masing benda, selaras dengan alur yang pasti, bukan sebuah perubahan yang dihasilkan dari proses pengukuran data. Inilah realita yang telah dibuktikan oleh hasil riset dan penelitian sains modern

dan ini pula yang jauh-jauh hari telah ditegaskan oleh Allah ta'ala didalam firman -Nya

Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya"

QS ar-Ra'du: 8

Sesungguhnya contoh diatas sudah cukup untuk membungkam teori akumulasi data yang dijadikan sebagai pilar pemikiran orang-orang komunis. Yang dianggap sebagai hukum menyeluruh bagi setiap proses evolusi yang terjadi pada setiap benda. Misal diatas juga cukup sebagai sanggahan bagi pemikiran teori proses evolusi cepat yang datang secara tiba-tiba, sebab, mayoritas proses pertumbuhan yang terjadi mengalami proses secara berkala.

Contoh kedua: Makhluk hidup.

Mereka mulai bergerak diawali dari pembuahan semenjak bertemunya sel sperma laki-laki dengan sel telur perempuan. Perjalanan panjang untuk menjadi makhluk hidup di laluinya melalui proses pertumbuhan yang dialaminya secara bertahap. Hingga tatkala telah terpenuhi semua ketentuan yang lazim untuk mengantarkan pada kehidupan maka secara perlahan-lahan dia akan sampai pada proses kehidupan tersebut.

Kemudian dirinya berjalan sesuai dengan hukum pertumbuhan yang dilalui secara bertahap. Hingga tatkala telah sempurna pertumbuhan janin, maka ibunya akan mengeluarkan dan melahirkannya. Kemudian diapun akan mengalami proses alami perkembangan secara bertahap hingga akhirnya dewasa, tumbuh secara bertahap menjadi seorang pemuda, yang mapan, selanjutnya kembali menuju proses penuaan, menjadi orang tua, lalu tua renta, selanjutnya dirinya menghabiskan jatah usia yang telah ditentukan baginya, kemudian diapun mati.  Jasadnya larut dan kembali menjadi tanah sebagaimana awal mulanya juga dari tanah.

Terkadang dirinya bisa saja mati pada awal perjalanan hidup yang dijalaninya sebelum tua, lalu kembali menjadi periode pertama kali diciptakan, tanpa melewati proses perjalanan hidup yang biasa dialami oleh makhluk hidup. Dan setiap babak kehidupan yang dilalui oleh makhluk hidup tunduk terhadap aturan hukum alam yang telah ditentukan bagi setiap individunya, entah itu dari segi unsur, sifat, zaman, suhu panas, serta setiap unsur yang bisa menjadikan adanya kehidupan, yang masing-masing punya tugas sendiri-sendiri. Contoh yang kedua ini juga cukup sebagai bantahan untuk menyanggah setiap orang yang punya pemikiran asas evolusi dan pemikiran akumulasi data yang mereka peroleh didalam proses kejadian alam, sebagai pemikiran yang kontradiktif. Hal tersebut, karena kehidupan tunduk terhadap hukum alam yang telah ditentukan ukuran dan batasannya, baik dari sisi elemennya maupun fisiknya, bukan tunduk kepada kumpulan data yang berbilang.

Demikian pula pemikiran pada teori evolusi cepat yang muncul secara tiba-tiba yang diakui sebagai asas pemikiran orang komunis, juga hasilnya kontradiksi.Karena kehidupan berjalan selaras dengan hukum alam yang berjalan secara bertahap, bukan dengan evolusi cepat yang datang secara tiba-tiba.Dua contoh diatas termasuk dari beribu contoh yang membatalkan dasar pemikiran orang komunis dalam  statmennya yang berkaitan dengan teori evolusi –sesuai dengan penafsiran yang mereka inginkan-, sehingga dengan terbantahnya asas pemikiran teori evolusi tersebut sekaligus membantah asas pemikiran lain yang menyatakan bahwa kehidupan adalah tugas dari tugas-tugas yang dimiliki oleh material. Tatkala sampai pada susunan partikel sehingga menjadi benda lain melalui proses evolusi.

Sesungguhnya ilmu sains modern yang telah dicapai oleh umat manusia yang dilakukan oleh orang barat dan timur dari para penganut paham Marxisme, dengan biaya yang tidak sedikit, sehingga mereka harus rela merogoh kocek untuk dana pembiayaan proyek tersebut, serta dengan waktu yang sangat lama, maka hasilnya sampai pada sebuah kesimpulan ilmiah, bahwa sebuah kehidupan tidak mungkin lahir melainkan dari makhluk hidup. Bahkan sarana teknologi modern yang dibuat oleh manuisa, itupun tidak mempunyai kemampuan untuk merubah partikel benda yang tidak punya kehidupan, menjadi partikel yang mempunyai sel kehidupan.

Sebagaimana dimaklumi bahwa sebuah kesadaran sangat erat kaitannya dengan kehidupan, bahkan dia merupakan indikator-indikator kehidupan, dan bagian dari sifat-sifatnya, maka tidak mungkin ada sarana yang mengantarkan unsur material sebagai benda mati untuk menjadikan kesadaran sebagai salah satu tugasnya, walaupun secanggih apapun teknik yang ditempuhnya. Ilmu sains yang diperoleh oleh manusia, telah mencukupkan kita pada tugas penting didalam membantah asas pemikiran batil ini yang dianut oleh Marxisme dan seluruh paham materialisme yang tidak mempercayai adanya Tuhan.

Begitu juga asas pemikiran mereka ini, pada awalnya adalah sebuah teori yang sama sekali tidak didukung dengan dalil rasio maupun ilmiah, sehingga melazimkan asas mereka yang menganggap bawah unsur material sebagai pilar keberadaan benda dan elemennya menjadi pemikiran yang batil.

Sisi Kedua: Teori Evolusi.

Sebagaimana telah lewat bahwa teori ini mereka ambil setelah diteorikan dan diperkenalkan oleh Darwin ke dunia luas. Seakan-akan mereka mendapat angin segar, sebab dalam teorinya Darwin tersebut bisa dijadikan sebagai pendukung pemikirannya, sehingga mereka ikut mempromosikannya, karena sesuai dengan pemahamannya, dan dengan bangga mereka mengatakan, konsep material  mendapat dukungan penting.

Seorang ilmuwan yang bernama John Lois mengatakan, "Darwin telah menggembara untuk memahami konsep yang dibikin oleh berbagai ilmuwan, lalu dirinya berusaha untuk mengembangkan menjadi sebuah konsep yang realistis dan meyakinkan.Yaitu, bahwa dunia hewan tidak terbentuk dari satu penciptaan, namun, itu merupakan buah dari perubahan evolusi yang bekerja untuk merubah berbagai jenis makhluk hidup yang muncul pada generasi pertama menjadi berbagai macam bentuk secara pasti, yang muncul pada generasi berikutnya.

Seperti manusia, dia tidak diciptakan dengan sistem khusus yang terpisah, tapi dia merupakan hasil dari evolusi. Dan teori evolusi tidak menganggap mustahil kekuatan yang berada pada alam dari proses penciptaan semata, tapi meletakkan pengganti kekuatan ini dengan evolusi hidup secara alami. Dan sungguh, konsep yang ada dalam teori evolusi ini sebagai pembaharuan yang sangat mencengangkan".Pemahaman ini, semakin menjelaskan kepada kita seberapa jauh efektifitas teori evolusi ini mempengaruhi pemikiran materalisme. Dan akan datang penjelasan secara rinci tentang teori ini beserta bantahannya pada pembahasan yang akan datang.

Pendapat yang mengatakan adanya pencipta dari alam.

Sebagaimana telah kita sebutkan, bahwa yang namanya unsur material dan alam bagi mereka adalah sama, akan tetapi, tatkala mereka mendapat tekanan dari gereja Paulus yang telah diselewengkan, maka mereka akhirnya berkilah, "Penciptaan hanya berasal dari alam".

Maka mari kita lihat seberapa besar kebenaran ucapan ini. Apakah pantas alam menjadi seorang pencipta?Realitanya, bahwa kedustaan ini sangat laris dizaman kita sekarang, sangat laku hingga diakui oleh orang-orang –yang menyangka bahwa- mereka lahir dari ilmu pengetahuan material. Kebanyakan mereka memberi alasan bahwa itu sebagai faktor terwujudnya suatu benda dan proses kejadiannya, mereka mengatakan, "Alam lah yang mewujudkan dan menjadikan adanya benda".

Sebelumnya mari kita tanyakan pada mereka pertanyaan ini, apa yang kalian inginkan dengan alam? Apakah yang kalian maksud dengan alam itu adalah yang dipenuhi dengan berbagai habitat makhluk hidup? Atau yang kalian inginkan dengan alam tersebut adalah rangkaian zaman yang terdiri dari tahun, hukum, dan aturan, yang mengikat jagad raya? Atau opsi terakhir, bahwa yang kalian inginkan dengan alam adalah kekuatan lain yang berada diluar jagad ini, yang telah mewujudkan dan menjadikan adanya alam semesta ini? Dan bila kita merujuk, bahwa alam secara etiomologi bermakna tabiat. Adapun ditinjau dari akal pemikiran manusia dewasa ini maka alam ini mempunyai beberapa pengertian, diantaranya:

Pengertian pertama

Bahwa yang dimaksud dengan alam ialah ungkapan tentang habitat makhluk hidup (yaitu alam itu sendiri), yang berisikan benda mati, tumbuhan, binatang dan lain sebagainya. Ini semua dinamakan dengan alam.

Bila dicermati, maka pengertian ini kurang komprehensif dan justifikasi yang tidak pas. Sebab, pendapat ini hampir mirip dengan pendapat pertama, yang mengatakan bahwa segala sesuatu ada dengan sendirinya, namun, diungkapkan dengan menggunakan bahasa lain. Artinya, mereka ingin membikin opini kepada publik, bahwa alam yang menciptakan alam. Langit menciptakan langit, bumi menciptakan bumi, alam menciptakan manusia dan binatang.

Hakekatnya, pendapat ini tidak keluar dari teori natural, dari segi menciptakan keberadaan dirinya, dengan penafsiran bahwa air asalnya dari air.Habitat makhluk hidup menciptakan dirinya sendiri, tak ubahnya seperti menyamakan pelaku dengan obyeknya,dalam waktu yang bersamaan menyetarakan antara pencipta dan hasil ciptaan.

Sebagaimana telah lewat penjelasannya, bahwa akal manusia menolak kalau segala sesuatu ada didunia hasil dari kreasinya sendiri tanpa campur tangan orang ketiga. Sebagaimana suatu benda tidak bisa menciptakan sesuatu yang lebih maju darinya. Sedangkan benda-benda alam, semisal langit, bumi, bintang, matahari, bulan, tidak memiliki akal, pendengaran dan penglihatan, lantas bagaimana mampu menciptakan manusia yang punya pendengaran, penglihatan dan illmu? Tentu ini tidak mungkin terjadi. Dan batilnya ucapan ini sangat jelas, yang bisa diklasifikasikan pada dua pokok:

  • Adakalanya mengklaim bahwa seluruh benda ada dengan sendiri tanpa ada faktor dari luar.
  • Adakalanya mengatakan kalau pencipta dan ciptaannya berada pada satu taraf. Penyebab sama dengan hasil. Tentu ini adalah perkara yang mustahil ada bentuknya, justru yang ada hanyalah bualan dan kontradiktif yang muncul disana sini yang tidak perlu lagi dikomentari secara panjang lebar.

Jika mereka menyanggah, segala sesuatu diciptakan secara tiba-tiba. Maka kita jawab, bahwa telah terbukti secara klinis tidak ada yang namanya penciptaan alam semesta secara tiba-tiba, sebagaimana akan datang penjelasannya.Diantara yang mendukung penyebaran teori ini ialah bukti klinis adanya makhluk hidup yang terlahir dari dzat tertentu. Dan diantara argumentasi yang mereka dengungkan ialah, apa yang ditemukan oleh para ilmuwan yang bergelut dengan alam, yaitu adanya cacing yang lahir dari kotoran manusia atau kotoran hewan. Yang berubah menjadi sebuah bakteri yang akan memakan makanan serta membuatnya rusak. Mereka menyatakan, "Binatang-binatang kecil tersebut lahir secara alami dengan sendirinya".

Teori ini dengan cepat menyebar dan dianggap sebagai kebangkitan bagi teori alam, dan langsung laris dan di amini oleh orang-orang yang hatinya tersesat dan tertipu, yang tentunya jauh dari petunjuk dari Allah Shubhanahu wa ta’alla. Tapi kebenaran selalu menang, tidak berapa lama kemudian teori ini dibantah kembali oleh seorang ilmuwan terkenal dari Prancis yang bernama Baster, yang berhasil menemukan bahwa cacing kecil yang terlahir dari kotoran serta adanya bakteri yang di isyaratkan dimuka, tidak murni terlahir dari alam secara sendirinya. Tapi, itu semua terjadi melalui proses pembentukan dari hasil kuman yang sangat kecil yang tidak bisa terlihat dengan mata telanjang.

Selanjutnya, dia membuktikan penelitiannya dengan bukti-bukti akurat yang semakin meyakinkan ilmuwan lain akan kebenaran penemuannya. Yaitu dengan mengambil makanan lalu ditutup, tidak terkena angin, sehingga bakteri yang ada didalamnya mati karena kepanasan. Sehingga tidak ada bakteri baru yang mampu merusak makanan tersebut. Inilah salah satu riset yang diuji cobakan kepada makanan yang tertutup rapi dengan kaleng. Maka dengan ini menjadi jelas kebatilan pengertian yang pertama tadi secara jelas dan gamblang.

Pengertian kedua

Bahwa yang dimaksud dengan alam ialah sebuah ungkapan untuk menggambarkan tentang aturan dan hukum alam. Maknanya, bahwa alam konsepnya ialah sifat-sifat dan kekhususan yang dimilik oleh makhluk hidup. Diantara sifat-sifat tersebut yaitu panas dan dingin, basah dan kering, halus dan kasar. Dan dua hal yang saling berlawanan, semisal, gerak dan diam, mati dan hidup, kawin dan lahir. Semua sifat-sifat dan dua hal yang berlawanan inilah yang dimaksud dengan alam.

Inilah penafsiran yang dikemukan oleh mereka yang mengatakan bahwa alam lah yang menciptakan dirinya sendiri, dan dianggap bahwa ini merupakan ilmu sains. Mereka mengatakan, "Sesungguhnya alam semesta ini berjalan diatas jutaan tahun dengan hukum dan akurasi aturan yang ada pada setiap partikelnya, dan seluruh kejadian yang ada terjadi sesusai dengan hukum-hukum tersebut". Lalu mereka memfisualisasikan dengan jam yang berjalan dengan akurat dan teratur sepanjang tahun, demikian pula alam, maka berjalan apa adanya dengan dzatnya tanpa ada arah tujuan tertentu.

Sanggahan:

Pertama

Bahwa keterangan diatas bukanlah sebagai jawaban, namun, lebih tepatnya ingin lari dari jawaban. Hal tersebut, dikarenakan mereka pada hakekatnya sedang tidak menjawab pertanyaan yang sedang diajukan, yaitu siapa sih yang menciptakan alam semesta?Akan tetapi, lebih pasnya, mereka sedang menyampaikan kepada kita tentang bagaimana proses yang terjadi dialam semesta. Mereka sedang menjelaskan kepada kita bagaimana sistem kerja pada hukum yang ada di alam semesta ini. Sedangkan yang kami inginkan yaitu jawaban siapa yang menjadikan alam ini ada, dan yang menjadikan keakurasian hukum alam itu ada.

Orang purba dahulu mengira bahwa yang menurunkan hujan adalah langit. Tapi, sekarang ini kita bisa mengetahui secara detail proses terjadinya hujan turun yaitu dengan adanya penguapan air laut hingga akhirnya menjadi sebuah hujan.Dan pada realitanya, bahwa semua yang kita saksikan yang ada di alam adalah visualisasi dari fenomena alam. Bukan sebagai bentuk penafsiran bagi dzatnya. Ilmu sains tidak mengetahui bagaimana fenomena alam ini berubah menjadi sebuah hukum alam? Bagaimana pembentukan bumi dan langit ini yang sangat menakjubkan, hingga demikian bermanfaat bagi penghuninya, sampai para ilmuwan menjadikan sebagai bahan eksperiman untuk mengungkap fenomena alam ini secara ilmiah?Sesungguhnya klaim yang dikatakan oleh seorang manusia setelah berhasil mengungkap fenomena alam bahwa secara absolute sebagai bentuk penafsiran alam adalah tipuan belaka. Yang diletakan pada rangkaian hipotesa dan teori yang tidak jelas arahnya.

Kedua

Pengungkapan alam belum bisa menafsirkan sedikitpun tentang hakekat keberadaan jagad raya. Yang pada hakekatnya lafad tersebut membutuhkan penafsiran yang lebih gamblang lagi. Hal tersebut dikarenakan, jika anda bertanya kepada dokter anda, apa faktor yang menyebabkan warna merah pada darah?

Niscaya dia akan menjawab, bahwa didalam darah ada sel-sel yang berwarna merah, dan ukuran setiap sel tersebut 1/700 dari setiap butirannya. Ok, tapi tolong jelaskan kenapa sel-sel ini berwarna merah? Karena didalam sel-sel darah tersebut terdapat hormon yang bernama Hemogolobin, yaitu hormon yang memproduksi warna merah tatkala bercampur dengan Oksigen didalam hati.Cukup menarik, tapi, tolong jelaskan dari mana datangnya sel-sel darah yang membawa Hemogologin tersebut?Itu diproduksi oleh limpa yang ada dalam tubuhmu.

Luar biasa, lantas, bagaimana cara menjabarkan tentang keterkaitan benda-benda yang sangat banyak ini dalam darah, mulai adanya sel, hati serta lainnya. Satu sama lain saling menopang secara sempurna, sehingga bisa menjalankan tugas sesuai dengan kewajibannya hingga perkaranya sangat akurat? Inilah yang kami namakan dengan hukum alam.Akan tetapi, apa yang anda maksudkan dengan hukum alam tersebut, duhai dokter? Maksudnya, ialah pergerakan dari dalam, yang tidak bisa dicerna, yang dihasilkan dari kekuatan alam dan dorongan kimia.

Namun, tolong jelaskan, kenapa kekuatan ini selalu menghasilkan pada produk yang pasti bisa diketahui? Bagaimana bisa begitu teratur dan demikian rapi, hingga ada burung yang terbang diatas langit, ikan hidupnya didalam air, manusia hidup dimuka bumi, dengan segala kemungkinan yang dimiliki serta kemampuan yang begitu menakjubkan sebagai motor penggeraknya?

Ini tidak masuk kapasitas saya, maka jangan tanyakan hal ini. Sebab ilmu yang saya milik hanya berkaitan dengan apa yang terjadi, bukan untuk menjawab kenapa terjadi.

Demikianlah, dari diskusi diatas kita bisa menangkap secara jelas, akan ketidak cukupan ilmu modern untuk menjabarkan permasalahan yang berkaitan dengan faktor-faktor yang berada dibalik adanya jagad raya ini. Dan bagi orang yang mencoba mendalami ungkapan yang diberikan oleh orang yang berteori tabiat, dirinya akan mendapatkan bahwa semua hipotesa-hipotesa yang mereka buat hanyalah dibangun diatas sesuatu yang tidak jelas, disebabkan karena kebodohan mereka atau pura-pura bodoh akan pencipta hakiki.

Ketiga: Sesungguhnya prinsip penyebab adanya jagad raya telah diakui bersama antara orang-orang yang beriman dengan orang yang berpaham athies secara teori tapi dimana aplikasinya secara ilmiah?

Dan yang dimaksud dengan sababiyah disini yaitu bahwa manusia yang telah diberi karunia dengan akal pikiran, semenjak akalnya bisa berfungsi untuk berpikir dan mencerna benda-benda yang ada disekelilinya, mulai bertanya, dan senantiasa dan akan terus bertanya mulai dari pertumbuhannya, mau kemana akhir perjalanan hidupnya? Dan bertanya tentang benda-benda yang ada disekitarnya, makhluk hidup yang ada, bagaimana bisa ada? Siapa yang menjadikannya ada? Siapakah aktor utama dibalik ini semua?

Prinsip dasar ini, merupakan bagian dari prinsip kokoh yang ada pada setiap insan, yang tidak mungkin bisa tergoyahkan sepanjang masa.Dan masalah ini telah disepakati bersama antara orang-orang beriman dengan orang-orang atheis.Adapun orang-orang beriman maka mereka mengungkapkan dalam bentuk teori dan aplikasi nyata.Dan hal ini tidak membutuhkan bukti yang lebih banyak.Sedangkan orang-orang atheis maka mereka pun menyatakan hal yang sama dari segi teori, bukti akurat yang menjelaskan hal itu ialah ucapan para tokoh mereka, diantaranya:

Berkata ulama mereka yang bernama Sparkin Wyhart, "Dalam setiap aktivitas yang kita kerjakan akan senantiasa muncul sebuah pertanyaan, tentang alasan adanya benda-benda yang nampak disekeliling kita, dan pertanyaan tersebut sebagai salah satu sarana yang akan membantu untuk menjabarkan unsur yang berada didalam semua makhluk hidup yang berada disekitar kita, hingga sampai pada titik kesimpulan bahwa mereka semua ada bukan perkara yang terjadi begitu saja.

Sehingga filosof Yunani yang bernama Demokratos menulis dan membuat statmen, "Saya lebih menguatkan bahwa adanya penyebab hakiki walaupun hanya mewujudkan satu benda, hingga sekedar untuk merubah saya menjadi seorang raja di negeri Persia".Bila demikian, lalu apa maksud dari teori kita sabab (penyebab) dan natijah (hasilnya)? Ilmu pengetahuan mengajarkan kepada kita bahwa hasilnya adalah nol. Sebab, setiap benda tentu ada yang melahirkannya, inilah yang mereka namakan dengan sabab. Dan sabab inilah yang menciptakan dan memproduksi serta melahirkan benda-benda yang ada. Dan hasil produksi yang berada dibawah tali kendali sabab dinamakan dengan hasil atau pengaruh".

Inilah hipotesa umum yang dijelaskan oleh orang-orang yang berpemahaman matrealisme dan atheis, yang mereka ambil dari sisi teori, tapi, apakah mereka mengaplikasikan hasil terorinya dalam kehidupan nyata?Hal ini akan menjadi jelas tatkala kita ajukan pertanyaan –yang menjadi akar perdebatan antara orang-orang beriman dari satu sisi, dan antara paham matrealisme dengan atheis dari sisi yang lain- pertanyaan yaitu: Siapakah penyebab yang tidak terlihat dibalik adanya seluruh benda ini, mulai dari bumi, langit, tumbuhan, binatang, manusia dan lainya dari makhluk-makhluk yang ada?

Dalam pertanyaan ini, kita jumpai mereka telah mempersiapkan jawabannya secara taktis, yaitu bahwa semua perkara diatas masuk dalam kategori ilmu Metafisika yang tidak terlalu penting bagi kami untuk mengetahui satu kondisi dari kondisi-kondisi yang ada. Kita tidak mau menyibukan akal untuk masalah ini, karena percuma saja, terlalu larut didalamnya akan menghabiskan waktu. Kita bisa lihat, semua perkara yang menyelisihi teori mereka –walaupun benar- langsung ditolak, lalu mereka berlindung dengan menyembunyikan semua cacatnya lalu melegalkan sambil berdalih bahwa itu termasuk dalam kawasan ilmu Metafisika atau idealisme yang diungkapkan dalam pengertian mereka dengan melawan kodrat. Mereka tidak mengenal kecuali dunia yang berisikan materi. Dunia yang telah ada wujudnya tanpa ada yang menciptakannya, oleh sebab itu tidak ada yang namanya tokoh utama dibalik adanya seluruh benda ini.

Hal ini sebagaimana dituangkan oleh tokoh mereka, Lenin dalam tulisannya tatkala mencoba untuk mempresentasikan hipotesa tentang unsur partikel menurut filosof generasi pertama yang bernama Hipokrates, dia menerjemahkan ucapannya secara harfiah, "Dunia, satu kesatuan, yang tidak diciptakan oleh seorang tuhan, tidak pula atas turut campur seorang manusia, akan tetapi, dunia ini akan tetap ada api kehidupan abadi yang menyulut kehidupan dan padam selaras dengan hukum alam". Ini merupakan pemaparann yang sangat baik dalam penjelasan tentang teori materi".

Dalam redaksi ucapannya Lenin ini kita bisa melihat bahwa dia menafikan aktor utama yang menjadikan alam semesta yang penuh dengan material ini menjadi ada.Penafikan ini sangat gamblang dalam peraturan yang mereka tetapkan untuk kelompoknya. Tatkala mereka berhenti pada penafsiran suatu benda tertentu, mereka tidak akan berani melampaui peraturan tersebut, sebab, sekali mereka berani melampaui batasan yang telah mereka buat maka akan mengantarkan untuk mengetahui siapa pencipta alam semesta. Dengan itu, mendorong mereka untuk mengetahui agama, sedangkan hal itu sama sekali tidak di inginkan oleh mereka.

Maksud dalam penjelasan ini ialah menerangkan penafsiran yang mereka ungkapkan dalam menggambarkan pembentukan jagad raya dan isinya serta perubahan yang terjadi secara alami dan kenapa mereka enggan menafsirkan tentang hakekat alam tersebut. Itu semua dilakukan oleh mereka dalam rangka ingin lari dari peraturan sababiyah –yang terkenal dalam istilah mereka-. Sebab dengan mengaplikasikan hipotesanya akan mengantarkan mereka untuk mengenali siapa pencipta alam semesta ini. Dan hal ini, sama sekali tidak di sukai oleh mereka.

Dari sini menjadi jelas, bagaimana rapuhnya pemahaman kedua ini berkaitan dengan penafsiran alam menurut mereka. Maka tinggal tersisa bagi mereka pemahaman yang ketiga, walaupun sikap mereka dengan jelas mengingkari pengertian yang ketiga ini dikarenakan akan berdampak pada tuntutan bagi mereka untuk menetapkan keberadaan Allah Shubhanahu wa ta'ala, dan tentunya dengan penetapan ini mengharuskan mereka untuk mau beribadah kepada Allah Shubhanahu wa ta'alasemata tanpa menyekutukan       -Nya. Dan pemahaman yang ketiga ini, konsepnya sebagai berikut:

Pengertian ketiga: Mengatakan, "Sesungguhnya alam adalah kekuatan yang mendorong proses pembentukan jagad raya, dan kekuatan tersebut ialah yang maha hidup, mendengar, melihat, bijak, mampu".

Maka kita katakan pada mereka, "Inilah yang benar dan hak. Adapun kesalahan kalian yaitu tatkala menamakan kekuatan ini dengan kekuatan alam. Sedangkan bukti akurat menunjukan kepada kita bahwa kekuatan yang mampu untuk menjadikan sesuatu yang baru dan dapat menciptakan ialah sebuah nama yang berhak untuk menyandangnya yaitu Allah azza wa jalla. Dialah yang telah mengajari kita dengan nama-nama -Nya yang indah serta sifat-sifat -Nya yang mulia.Oleh karena itu wajib bagi kita untuk memberi nama sesuai dengan nama yang telah Dia berikan untuk dirinya sendiri".

Dalam hal ini Imam Ibnu Qoyim menjelaskan, "Seakan-akan saya mendengar engkau mengatakan duhai miskin, "Jagad raya ini semuanya termasuk hasil produksi alam". Sedangkan bila diperhatikan didalam alam tersebut dijumpai banyak sekali rahasia dan keajaibannya. Kalau seandainya Allah Shubhanahu wa ta'alamenghendaki hidayah kepadamu, niscaya engkau akan bertanya pada dirimu sendiri, dan engkau akan mengatakan, "Kabarkan padaku tentang alam ini, apakah dia benda yang berdiri sendiri yang mempunyai pengetahuan serta kemampuan pada peristiwa dan kejadian alam yang sangat menakjubkan ini? Atau bukan seperti itu yang kalian inginkan? Namun, realitanya alam ialah bentangan benda yang mempunyai sifat yang tegak bersama kepribadiannya yang selalu mengiringi dan disandang oleh benda tersebut.

Saya katakan pada anda, "Dia adalah dzat yang berdiri sendiri, yang mempunyai ilmu yang sempurna dan kemampuan, keinginan serta hikmah. Katakan padanya, Dia lah pencipta, yang maha mencipta serta menguasai. Tidak dinamakan dirinya dengan alam! Demi Allah, dengan mengamati alam semesta akan mendorong untuk mengetahui siapa penciptanya? Maka mari kita namakan pencipta tersebut sesuai dengan nama yang diberikan oleh diri -Nya melalui lisan para rasul -Nya, sehingga engkau masuk dalam barisan orang-orang cerdas dan bahagia. Karena sesungguhnya benda yang anda sifati dengan alam ini adalah sifat Allah ta'ala.

Jika ada yang berkata padamu, "Bahkan, fenoma alam ini adalah bentangan benda yang dibawa yang membutuhkan pada dzat yang membawanya. Dan ini semua dilakukan tanpa pengetahuan darinya tidak pula keinginan dan perasaan. Dan buahnya bisa disaksikan secara seksama".Katakan padanya, "Ini adalah sesuatu yang tidak mungkin bisa dipercaya oleh seorang yang akalnya masih waras. Bagaimana bisa muncul fenomena-fenomena alam ini yang begitu menakjubkan serta rotasi yang begitu detail yang sangat sulit bisa diketahui oleh seorang paling jenius sekalipun, adanya kekuatan dari seseorang yang tidak mampu berbuat, tidak punya kemampuan serta perasaan. Apakah masih percaya dengan omong kosong ini, tidak ada yang percaya kecuali orang gila dan hatinya sakit".

Lalu katakan pula, "Kalau seandainya benar apa yang anda klaim, maka sebagaimana dimaklumi bahwa semisal sifat ini bukanlah dikatakan telah menciptakan dirinya sendiri serta tidak membuat kreasi baru bagi bentuknya. Sebab masih menyisakan pertanyaan, siapakah rabbnya, yang membentuknya, serta yang menciptakanya? Siapa yang menjadikan alami dan membuatnya seperti itu?Maka hal itu sebagai dalil terakurat yang menjelaskan tentang adanya penguasa alam serta yang mengurusinya, dengan kesempurnaan ilmu, hikmah serta kemampuan -Nya.Tidak ada yang membawa rasa engganmu, dengan meniadakan rabb penguasa alam yang mempunyai sifat serta mampu bertindak melainkan kenylenehanmu yang menyelisihi akal sehat dan fitrah yang selamat.

Kalau seandainya kita hukumi anda sebagai alam niscaya kita akan mendapati engkau keluar dari konsepnya. Anda berada diluar jauh dari tuntutan akal sehat, fitrah, tabiat, bahkan sebagai seorang manusia. Maka cukup hal itu sebagai bentuk kebodohan dan kesesatan yang nyata. Apa engkau ingin untuk menggunakan akal sehat, maka saya sarankan pada anda, "Tidak mungkin dijumpai hikmah yang luar biasa dibalik alam semesta ini melainkan dari Dzat yang maha bijak, maha mampu lagi mengetahui. Tidak mungkin ada keserasian yang demikian hebat melainkan dari Dzat yang maha mencipta, maha kuasa lagi menguasai serta mengetahui, apa yang di inginkan pasti mampu teralisasi. Tidak ada kata-kata sulit bagi -Nya serta tidak ada yang mampu untuk menghalangi -Nya.

Bila demikian engkau telah berada dipersimpangan jalan yang sangat jauh dari jalur yang telah ditetapkan, yang tidak ada sesembahan yang hak melainkan AllahShubhanahu wa ta'ala, tidak ada rabb yang menguasai selain diri -Nya. Maka segera tinggalkan penamaan batil dengan dalih alam atau tuntutan akal atau kewajiban dzatnya. Dia lah AllahShubhanahu wa ta'ala, maha pencipta, penguasa, yang mencipta semua makhluk, pemilik semesta alam. Yang menjadikan langit dan bumi tegak, penguasa belahan timur dan barat, yang begitu sempurna dalam mencipta serta akurat dalam ciptaan.

Lantas apa yang menyebabkan engkau ingkar terhadap nama-nama dan sifat-sifat -Nya –bahkan terhadap dzat -Nya- lantas engkau menyandarkan ciptaan dan hasil kreasi -Nya kepada selain AllahShubhanahu wa ta'ala? Sedangkan dirimu di tuntut untuk menetapkan pada -Nya, engkau diharuskan untuk mengakui ke elokan ciptaan -Nya, rububiyah -Nya, serta kekuasaan -Nya. Segala puji bagi Allah Shubhanahu wa ta'ala rabb semesta alam.

Bersamaan dengan itu jika anda perhatikan secara seksama dari konsepmu yaitu thabi'ah (alam) serta makna dari lafad ini, niscaya lafad tersebut akan mengantarkan dirimu untuk mengenal dzat yang maha mencipta dan menguasai, sebagaimana akal sehat juga akan mengiyakan hal tersebut.  Bagaimana tidak, sebab thabi'ah adalah kata yang berpola fa'ilah yang bermakna maf'ulah, artinya kata tersebut bermakna mathbu'ah. Dan tidak bisa dibawa pada makna lain kecuali makna ini. Dikarenakan thabi'ah dibangun diatas beberapa benda yang tersusun dari tubuh yang berada dalam anggotanya. Seperti karakter dan tabiat, insting dan watak, itulah yang menjadi pembawaan seluruh binatang.

Dan sebagaimana diketahui bahwa tabiat tanpa mempunyai pembawaan dasar adalah perkara yang mustahil. Sehingga didalam lafad thabi'ah ini menunjukan pada keberadaan Allah ta'ala, sebagaimana terkandung dalam makna yang ada dalam lafat tersebut. Kaum muslimin mengatakan, "Bahwa thabi'ah adalah makhluk diantara makhluk-makhluknya Allah Shubhanahu wa ta'alayang diciptakan dan dikuasai.Dan dia termasuk dari sunahtullah didalam ciptaan yang telah ditentukan oleh -Nya. Kemudian AllahShubhanahu wa ta'ala mengaturnya sesuai dengan kehendak -Nya. Jika Allah Shubhanahu wa ta'alamenghendaki maka bisa saja efeknya diangkat, dan bila Allah Shubhanahu wa ta'alamenghendaki bisa saja membalikkan kondisinya berlawanan dari yang semula, untuk menunjukan kepada para hamba -Nya akan kekuasaan -Nya dalam mencipta dan mengurusi, bahwasannya Allah Shubhanahu wa ta'alamaha mencipta sesuai dengan kehendaknya.

Sebagaimana disebutkan dalam firman -Nya

Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" Maka terjadilah ia

QS Yaasin: 82

Sesungguhnya thabi'ah yang berhasil diamati dari binatang semisal kelelawar menunjukan bahwa thabi'ah

yang dibawa hanyalah makhluk dari makhluk-makhluk -Nya yang sama kedudukannya seperti makhluk-makhluk yang lainnya".

References

[1]. Lihat penjelasannya oleh Imam Ibnu Qayim dalam bukunya Miftah Daa'rus Saa'adah 2/62-63.

[2]. Sebagaimana dalam firman Allah ta'ala, artinya: "Apakah kamu tidak memperhatikan (penciptaan) Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan (dan memendekkan) bayang-bayang dan kalau Dia menghendaki niscaya Dia menjadikan tetap bayang-bayang itu, kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk atas bayang-bayang itu". QS al-Furqaan: 45.

Dan juga firmanNya: "Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan hak? jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan mengganti(mu) dengan makhluk yang baru". QS Ibrahim: 19.

Demikian dalam firmanNya: "Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering; Maka siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir bagimu?". QS al-Mulk: 30.

[3]. Sebagaimana kesempurnaan ciptaan Allah ini telah di isyaratkan didalam firmanNya: "Dan kamu Lihat gunung-gunung itu, kamu sangka Dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan". QS an-Naml: 88.

[4]. Seperti di sinyalir oleh Allah didalam firmanNya: "Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan". QS ar-Rahman: 26-27.

[5]. Lihat beberapa buku yang menjelaskan masalah ini, semisal: ad-Durah wa manafi'uha salmiyah hal: 14 oleh Martin Man terjemah D. Abdul Hamid Amin. Maadah Didhu Maadah hal: 17. oleh Mauris Dokke. Dan lain-lain.

[6]. Allah Yatajalla fii Ashri Ilmi hal: 27 oleh sekumpulan Ilmuwan Amerika.

[7]. Itijahaat Fikriyah Mu'ashirah hal: 128 oleh D. Jum'ah al-Khawali.

[8]. Itijahaat Fikriyah Mu'ashirah hal: 182 oleh D. Jum'ah al-Khawali.

[9]. Allah Yatajalla fii Ashri Ilmi hal: 25 oleh sekumpulan Ilmuwan Amerika.

[10]. Asas Maadiyah hal: 60-61 oleh Sparkin Yahut.

[11]. Insan wal Irtiqa' hal: 8-10 oleh John Lees.

[12]. Mauqif Islam





Related Articles with Dalil adanya kemungkinan-kemungkinan lain yang ada pada alam semesta atau dalam material