IMAN KEPADA HARI AKHIRAT


Muhammad bin Shaleh Al 'Utsaimin

Kita mengimani kebenaran adanya hari akhirat, yaitu hari kiamat, yangtiada kehidupan lain sesudah hari tersebut, ialah ketika umat manusia dibangkitkan kembali untuk kehidupan yangkekaldengan masuksurga, tempat kebahagiaan yang hakiki; atau masuk neraka, tempat siksaan yang pedih.

Untuk itu, kitamengimani kebangkitan, yaitudihidupkannya semua makhluk yang sudah mati oleh Allah Sub hanahu WaTa'ala di saat malaikat Israfil meniup sangkakala untuk kedua kalinya. Firman Allah: 

"Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang ada di langit dan siapa yang ada di bumi kecualiyang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu se kali lagi. maka tiba-tiba mereka bangkit menunggu (putusannya masing-masing)."

(Surah Az-Zumar: 68)

Maka bangkitlah umat manusia dari kuburnya untuk menghadap kepada Allah,Tuhan alamsemesta, dalam keadaan tak beralas kaki, tak berpakaian, dan tak berkhitan. Firman Allah:

"... Sebagaimana Kami memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya. Itulahjanjiyang pasti Kami tepati, sesungguhnya Kami pasti melaksanakannya."

(Surah Al-Anbiya': 104)

Kita mengimani adanya catatan-catatan amal yang akan diberikan kepada setiap manusia. Adayang mengambilnya dengan tangan kanan dan ada yang mengambilnya dari belakang punggungnya dengan tangan kiri. Firman Allah:

"Adapun orang yang diberikan Wtabnya dengan tangan kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah dan dia akan kembali kepada kaumnya(yang sama-sama beriman) dengan gembira. Adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakang punggungnya, maka dia akan berteriak "Celakalah aku". dan dia akan masuk neraka yang menyalanyala."

(Surah Al-Insyiqaq: 7-12)

"Dan setiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka. "Bacalah kitabmul cukuplah dirimu sendiri (pada saat ini) sebagai penghisab terhadapmu."

(Surah Al-Isra': 13-14)

Kita mengimani bahwa pada hari kiamat akan dipasang timbangan-timbangan, maka ditimbanglah ketika itu amal perbuatan manusia, dan tiada seorangpun yang diperlakukan zhalim terhadap dirinya. Firman Allah:

"Maka barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sekecil-kecilnya niscaya dia akan melihat (balasan)nya, dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan yang sekecil-kecilnya niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula." 

(Surah Az-Zalzalah: 7-8)

"Barangsiapa yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan barangsiapa yang ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam nerakaJahanam; muka mereka dibakar api neraka dan mereka di dalam ne raka itu dalam keadaan yang mengerikan."

(Surah AlMu'minun: 102-104)

"Barangsiapa membawa satu kebaikan maka baginya balasan sepuluh kali lipat kebaikannya; dan barang siapa membawa satu kejahatan maka dia tidak diberi balasan kecuali yang seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpuntidak dirugikan."

(Surah AlAn'am: 160)

Kita mengimani adanya Syafa'atUzhma (syafa'at agung) yang khusus bagi Rasulullah, Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Di saat manusia tertimpa kesusahan dan penderitaan yang tidak tertanggungkan oleh mereka pada hari kiamat, datanglah mereka kepada Nabi Adam,kemudian kepada Nabi Nuh, kemudian Nabi Ibrahim, kemudian Nabi Musa, ke  mudian Nabi Isa, terakhir kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Maka Rasulullah, dengan seizin Allah, memberikan syafa'at kepada umat manusia yang sedang dalam keadaan demikian ituagar mereka diberi keputusanNya.14

in yang masuk neraka bahwa mereka akan dikeluarkan dari neraka itu. Syafa'at ini adalah bagi Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, para nabi lainnya, para malaikat dan orang-orang mu'min.15

Dan kita mengimani bahwa Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan mengeluarkan dari neraka orang-orang dari kalangan kaum mu'minin tanpa melalui syafa'at, tetapi berkat karunia dan rahmat-Nya.16 

Kita mengimani adanya haudh (telaga) bagi Rasulullah ShaUallahu 'Alaihi Wasallam. Airnya lebih putih daripada susu, lebih manis daripada madu dan lebih harum daripada aroma kesturi. Panjangnya sejauh perjalanan sebulan dan lebarnya pun sejauh perjalanan sebulan. Bejana-bejananya seindah dan sebanyak bintang-bintang di langit. Kaum mu'minin dari umatbeliau akan meminumdari haudh tersebut. Siapa yang meminum seteguk air dari haudh ini tidak akan merasa haus lagi sesudah itu.17

Kita mengimani adanya jembatan yang direntangkan di atas neraka Jahanam, yang akan dilewati umat manusia sesuai dengan amal perbuatan mereka. Yang pertama kali melewatinya seperti kilat, kemudian seperti angin, kemu dian seperti burung terbang dan seperti orang yang lari  Mereka dibawa oleh amal perbuatan mereka. Ketika itu, Nabi ShallaUahu 'Alaihi WasaUamberdiri di atas jembatan dengan berdo'a: "Ya Allah! Selamatkanlah, selamatkanlahr Sampai datanglah manusia yang lemah amal perbuatannya, sehingga ia tidak bisa berjalan kecuali dengan merangkak. Pada kedua sisi jembatan tersebut ada kait-kait yang digantungkan, diperintahkan untuk mengait siapa yang telah diperintahkan kepadanya, maka ada yang terkoyak tetapi selamat dan ada pula yang tercampakkan ke dalam api neraka.18

Kita mengimanisetiap berita yang disebutkan dalam AlQur'an dan Sunnah yang berkenaan dengan hari akhirat ini beserta segala peristiwanya yang mengerikan. Semoga Allah memberikan pertolongan-Nya kepada kita untuk mengha- dapinya. 

Kita mengimani adanya syafa'at Nabi ShaUaUahu 'Alaihi Wasallambagi para ahli surga untukmemasukinya. Dan syafa'at ini khusus buat Nabi ShaUaUahu 'Alaihi WasaUam.

Kita mengimani adanya surga dan neraka.

Surga adalah tempat kebahagiaan yang hakiki, disediakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala untuk kaum mu'mi nin yang muttaqin. Di dalamnya terdapat segala keni'matan yang belum pernah terlihat oleh mata, belum pernah terdengar oleh telinga dan belum pernah terbesit dalam hati manusia.19 Firman Allah:

"Maka tiada seorangpun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu bermacam-macam ni'mat yang menyedapkan pandangan mata.sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan."

(Surah As-Sajdah: 17)

Sedang Neraka adalah tempat segala siksaan, disediakan Allah Subhanahu Wa Ta'ala untuk orang-orang kafir dan zhalim. Di dalamnya terdapat segala macam adzab dan sik saan yang tak terbayangkan. Firman Allah:

"... Sesungguhnya Kami telah menyediakan bagi orangorang zhalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Jika mereka meminta minum, diberilah me reka minum dengan air seperti besi yang mendidih, yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat tinggal yang paling jelek."

(Surah Al-Kahf: 29)

Surga dan neraka ini telah ada sekarang, dan keduanya kekal, tidak akan binasa selama-lamanya. Firman Allah:

"... Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan beramal saleh, niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sungguh. Allah telah memberikan rizki yang baik kepadanya."

(Surah At-Thalaq: 11)

"Sesungguhnya Allah melaknati orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api neraka yang menyalanyala. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; mereka tidak memperoleh seorang pelindungpun dan tidak (pula) seorang penolong. Pada hari ketika muka mereka dibolak-ballkkan di dalam neraka, mereka ber kata: "Alangkah baiknya. andaikata kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul."

(Surah Al-Ahzab: 64-66)

Kita mengakui bahwa akan masuksurga orang-orang yang telah dinyatakan demikian dalamAl-Qur'andan Sunnan, dengan ditentukan pribadinya atau disebutkan sifatnya. 

Umar, Utsman, Ali dan selain merekayang sudah ditentu kan Nabi ShallaUahu 'Alaihi Wasallam. Sedang yang dise butkan sifatnya adalah orang yang beriman atau orang yang takwa. 

Kitapun mengakui bahwa akan masuk neraka orangorangyang telah dinyatakan demikian dalam Al-Qur'an dan Sunnah, dengan ditentukan pribadinya atau disebutkan sifatnya.

Adapun yang ditentukan pribadinya seperti: AbuLahab, AmrbinLuhayAl-Khuza'idan selain mereka. Sedang yang disebutkan sifatnya adalah setiap orang kafir, atau musy- rik yang melakukan syirik akbar, atau munafik

Kita mengimani adanya fitnah kubur, yaitu pertanyaan kepada orang yang telah mati di dalam kuburnya tentang siapa Tuhannya, apa agamanya dan siapa nabinya? "AUah akan meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh didalam kehidupan dunia dan diakhirat,^° maka orang yang beriman akan menjawab: "Tuhanku Allah, agamaku Islam, Nabiku Muhammad". Adapun orang kafir dan orang munafik dia akan menjawab: "Aku tidaktahu, aku telah mendengar orang-orang mengatakan sesuatu maka akupun mengatakannya."21 

Kita mengimani pula adanya keni'matan bagi kaum mu'minin di alam kubur. Firman Allah:

"(Yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Selamat sejahtera bagimu. masuklah kamu ke dalam surga itu karena apa yang telah kamukerjakan."

(Surah An-Nahl: 32)

Dan kita mengimani adanya siksa kubur untuk orangorang zhalim dan kafir. Firman Allah:

"... Alangkah dahsyatnya, seandainya kamu melihat ketika orang-orang yang zhalim berada dalam tekanantekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya (sambil berkata): "Keluarkan Nyawamu!" Pada hari ini, kamu akan diberi balasan siksakehinaan karena kamuselalu mengatakanterha dap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkandlri terhadap ayat-ayatNya." 

(Surah Al-An'am: 93)

Hadits-hadits yang berkenaan dengan hal ini pun banyak dan sudah dikenal. Maka wajib bagi orang mu'min untuk mengimani semua perkara-perkara ghaib iniyang telah di sebutkan oleh Al-Qur'an dan Sunnah; janganlah menolaknya berdasarkan apa yang disaksikannya di dunia, sebab masalah-masalah akhirat tidak dapat dikiaskan dengan masalah-masalah dunia, dikarenakan adanya perbedaan besar yang amat menyolokdi antara keduanya. 

Hanya kepada Allah jua kita memohon pertolongan.

Previous article Next article

Related Articles with IMAN KEPADA HARI AKHIRAT

  • KATASAMBUTAN

    Muhammad bin Shaleh Al 'Utsaimin

    الحمد لله وحده والصلاة والسلام على من لا نبي بعده وعلى آله وصحبه Ammaba'du; Setelah saya tela'ah dan dengarkan

    02/02/2022 96
  • HASILDAN MANFAAT DARI AQIDAH

    Muhammad bin Shaleh Al 'Utsaimin

    Dkianlah aqidah kita yang luhur, yang mencakup prinsip-prinsip utama sebagaimanadiuraikan di atas. Bila hal

    26/02/2022 168
  • PENDAHULUAN

    Muhammad bin Shaleh Al 'Utsaimin

     الحمد لله رب العالمين، والعافية للمتقين ولا عدوان إلا على الظالمين وأشهد أن لا إله إلا هو وحده لا شريك له،

    03/02/2022 103
Mengetahui AllahIt's a beautiful day